Sunday 2 August 2015

Tips Sebelum Menyebarkan Informasi



Ilustrasi (sumber : web.mit.edu)
Di era informasi seperti sekarang ini, informasi dapat menyebar dengan begitu cepat. Hal ini tentu memberikan dampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya adalah ketika seseorang atau lembaga tertentu menggelar donasi kemanusiaan, atau seseorang meminta bantuan, respons akan lebih cepat. Akan tetapi, untuk informasi-informasi yang sifatnya hoax, ini yang sangat meresahkan. Fakta, kebohongan, fitnah, semuanya dicampur aduk. Kalau tidak pandai memilah, bisa berbahaya. Banyak dari kita yang tidak hanya ikut-ikutan memo-broadcast ke seluruh kontak, padahal berita yang disebarkan salah. Perlu diperhatikan, bahwa seseorang yang ikut-ikutan menyebarkan informasi yang salah bahkan bersifat fitnah atau kebohongan, maka ia juga akan kecipratan dosa.
Banyak juga yang masuk penjara gara-gara mem-posting atau menge-tweet sesuatu. Makanya, ketika menyebarkan informasi perlu berhati-hati. Berikut ini adalah beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum menyebarkan informasi.


1. Check and Recheck
Kadang, ketika kita menerima broadcast message, tanpa pikir panjang, kita langsung mem-broadcast-nya lagi ke seluruh kontak kita. Padahal berita tersebut keliru. Itulah sifat dasar kita, malas mengecek informasi. Karena itu, suatu informasi bisa menyebar begitu cepat. Konon, ketika kabar baik baru menyebar beberapa kilometer, berita buruk sudah melesat mengelilingi bola dunia.
Sebaiknya, jangan langsung menyebarkan berita yang di­-share­ orang lain. Selalu cek terlebih dahulu kebenaran berita yang akan disebar. Media informasi kredibel sekarang banyak. Bisa googling dulu.

Jika datang kepadamu orang fasik dengan informasi, maka periksalah dengan teliti.” (QS AL Hujurat : 6)

2. Berita yang mengandung prasangka
Kadang, informasi yang kita terima mengandung prasangka, bukan fakta. Dalam bahasa Inggris, prasangka adalah prejudice, dari kata pre- yang artinya sebelum, dan judge yang artinya menghukum. Jadi, prejudice artinya menghakimi seseorang sebelum kita tahu informasi yang lengkap. Nah, janganlah ikut-ikutan menyebarkan berita dengan jenis ini. Karena jika berita itu salah, maka itu fitnah. Jika itu benar, maka itu hibah (menggunjing). Sama-sama buruk, tidak ada pilihan.

3. Bicara yang baik atau diam
Sekarang ini kita seperti berjalan di antara duri-duri. Salah melangkah, maka akan terluka. Maka dari itu, kalau bisa kita melangkah ke arah yang tanpa duri, atau kalau tidak bisa lebih baik diam. Begitulah seharusnya sikap kita. Tak asal percaya, dan berpikir berkali-kali sebelum menyebarkan informasi. Jika kita tahu informasi itu baik dan tidak mengandung fitnah, maka sebarkanlah. Akan tetapi, jika kita tidak tahu, lebih baik diam, tidak usah menyebarkan.

4. Tanyakan pada dirimu
Sebelum menyebarkan berita, tanyakan terlebih dahulu beberapa hal berikut pada dirimu.
- Apakah informasi ini benar? Apakah saya sudah mengonfirmasi?
- Apakah berita ini fakta atau prasangka?
- Jika berita ini fakta dan benar, apakah perlu disebarkan? Apakah ada orang yang merasa disakiti?
- Apakah berita ini membawa kebaikan, atau justru menyulut permusuhan?

Demikianlah tips sebelum kita menyebarkan informasi. Pada intinya, selalu pastikan berita itu benar dan tidak ada yang tersakiti. Yuk, mulai sekarang, jadilah pengguna media yang baik dengan menyebarkan informasi yang benar.



Mari berbagi tulisan!

Artikel Terkait

Komentar
0 Komentar

Bookmark Sinyal Pintar

Copy-Pastekan kode ini untuk bookmark Sinyal Pintar di blog/website-mu.
Teks

Banner