Monday 17 August 2015

Sudahkah Kita Merdeka?


Tulisan berikut adalah kiriman dari Ari Saldi, mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung 2015

Merdeka by devianart

Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan….” Nah kalimat itu pasti sering terdengar, apalagi saat hari Senin, pagi yang cerah diawali dengan upacara. Akan tetapi, entah kenapa terkadang upacara itu dianggap sepele oleh kebanyakan siswa, alasannya bermacam-macam, ada yang bilang “panaslah”, “gak kuat berdirilah” “ngebosenin” termasuk penulis juga sih pernah seperti itu, hehe... Tapi yah itu dulu, beda lagi dengan sekarang yang usianya bertambah dan tentu pula kedewasaanya bertambah. Aamiin,,.


Ya sudah, lupakan aja masalah upacara itu dulu, biarlah menjadi kenangan tersendiri di masa putih abu-abu. Sekarang kita fokus dengan kalimat tadi, “Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan….” Yah hari ini tepat 17 Agustus, tanggal kemerdekaan Republik Indonesia yang tercinta. Sebenarnya apakah kita sudah merdeka? Ataukah hanya sebuah kata yang menjadi konsumsi kita bahwa sudah “merdeka” setelah 70 tahun silam. Nah loh gimana? Kan katanya “kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa” nah itu berarti kita berhak merdeka, iya kan? Terus ada juga sambungan kalimatnya “dan oleh sebab, maka itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan” hmmm, katanya lagi penjajahan harus dihapuskan nah sekarang penjajahan sudah dihapuskan yah? atau sebenarnya sekarang kita lagi dijajah tapi kita gak sadar. bener gak?

Terus sekarang kita mau ngapain coba?
Nongkrong gak jelas dipinggiran jalan sambil nyanyi?
Bengong aja depan TV sambil nonton gossip?
Main gadget berjam-jam?
Nah loh gimana nih?

Sekarang nih tahun 2015, kalau kita “masih gitu-gitu aja” kapan kemerdekaan yang  sesungguhnya bakal kita dapat? Kalau penulis sih merdeka itu “bukan hanya ngusir Belanda yang sempat memperbudak Indonesia” setuju, nggak? Merdeka itu bermacam-macam, kita merdeka dari kelaparan, kemiskinan, kebodohan, dan yang lebih penting lagi kita merdeka dari
kemerosotan moral. Terus buktinya apa coba? Masih banyak kok di luar sana anak-anak yang kelaparan, pengangguran pun bertebaran di mana-mana, ada juga anak-anak yang harus putus sekolah gara – gara gak punya biaya bahkan ada juga yang gak pernah ngerasain yang namanya bangku sekolahan, hm, miris banget yah? Yang lebih parahnya lagi nih moral bangsa Indonesia hampir loh setiap hari di media cetak atau elektronik lah ada berita tentang korupsi, kasus asusila terhadap anak-anak di bawah umur, dan yang lebih mengagetkan lagi adalah anak membunuh orang tuanya, serta masih banyak lagi sih berita yang membuat kepala kita geleng-geleng.

Kalau sudah seperti itu masih bisa gak Indonesia dikatakan merdeka? Jawabannya masih bisa kok, gak ada kata terlambat. Terus kapan? Jawabannya sekarang. Karena kapan lagi kalau bukan sekarang,  terus yang berperan penting untuk memerdekan Indonesia sekarang siapa? Jawabannya tentu “KITA” sebagai generasi emas penerus bangsa, karena “Kalau bukan kita siapa lagi? Caranya gimana? Nah, kalau menurut penulis sih yang paling utama tuh niat dulu lah bukankah perbuatan itu tergantung niatnya, iya kan? Lalu kita action deh.. banyak kok yang bisa dilakuin untuk merubah Indonesia menjadi merdeka yang sesungguhnya, belajar yang baik, disiplin waktu dan tempat, Jujur dalam hal apapun itu, rajin beribadah dan lain – lain, intinya lakuin aja deh hal – hal positif, pasti teman-teman tau sendirilah seperti apa.. hehehe

Oh ya, kita doakan bareng-bareng yuk, semoga di usia 70 tahun Indonesia merdeka menjadi bangsa yang berbudi, bermartabat dan tentunya menjadi bangsa yang merdeka sesungguhnya, Aamiin J 
Sekian dulu yah..
MERDEKA!!  MERDEKA!!  MERDEKA!!!!

- Ari Saldi, FMIPA ITB 2015



Mari berbagi tulisan!

Artikel Terkait

Komentar
0 Komentar

Bookmark Sinyal Pintar

Copy-Pastekan kode ini untuk bookmark Sinyal Pintar di blog/website-mu.
Teks

Banner